Langsung ke konten utama

DIA BAIK-BAIK SAJA


BY
AKARUI AL BIRUNI


Dia baik-baik saja
Ingin menerpanya dengan lembut
Dia masih sama saja
Ingin menyelubunginya larut
            Mendera jiwa rindu padanya
            Rindu yang langitpun tak mampu menopangnya
            Mendesir detak kasih padanya
            Perasaan yang hujanpun tak mampu mencukupinya
Dia telah tersenyum pada semua waktu kecuali aku
Dia telah berbicara pada semua ruang kecuali aku
Terpasung dengan kebisuan padaku
Menghentak malam agar bergelomang htiam pada cahaya
Terikat dengn keengganan padaku
Memekak angin agara mendesir kabut pada embun
Dia baik-baik saja

           
           
                                                                                                                                                                                                                                    Kisaran, 27 Mei 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISYARAT

Engkau di kenang dengan segenap rasa yang hilang tertulip kelopak bunga yang terbang berhambus pergi meninggalkan sejenak berkerudung bambu di alam semak belukar matahari di dipan- dipan permadani tak kunjung di junjung hilang sudah tersanjung kini termenung dengan pilu bertopang dagu sejenak atau selamanya kelang- kelang gundah kebingungan bertampuk di atas tulip yang berbunga kelopak terjatuh isyarat dunia dan kehendaknya bermuara persahabatan tiada berbentuk dan menyentuh sesuka dan terbanglah sepuas hati bebas lah selesah nafas paru- paru dan disanalah engkau akan tertolak demi demikian ~ copy dari blog yang lama ~

Tak Kunjung

BY  AKARUI AL BIRUNI   Terlihat berjalan menatapi langit di kepala mengikuti berjalan langkah kaki di bawah Berlari kesana kemari mencari apa yang tiada demi memojokkan rasa iri dalam diri          Kini melihat lagi matahari di ujung timur          menyungging gigi gisul terbawa suasana mata          melupakan apa yang sedang di tunda-tunda          karena terjerat keindahan di ujung sana  Terlihat terdiam merenungi bayang diri di kaki tertunduk mengeluh tak berjalan pasti melirik di ekor mata kanan dan kiri demi menanti hasrat mimpi          Tak kunjung berada di penghujung jalan          tak kunjung berada di singgasanga impian          tak kunjung berada di relung hati kasmaran          tak kunjung berada di hangatnya pelukan Berguma...